
Dalam kondisi sulit terutama seperti yang sedang kita alami dengan adanya global financial crisis, mungkin kita pernah bertanya dalam hati : Tuhan kalau Engkau mengasihi aku mengapa Engkau tidak mengabulkan doaku ? atau mengapa Tuhan belum mengabulkan permohonanku, bahkan kita seperti anak kecil yang merengek terus mempertanyakan Tuhan, dan pada saat yang sama Iblis memanas-manasi kita!!
Kita mungkin sudah berdoa, sudah membaca Firman Tuhan, memuji dan meninggikanNya melalui kidung pujian.
Mengapa Tuhan belum mengabulkan permintaan kita ?
Dalam Lukas 11:11-13, kita tahu bahwa Bapa kita pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita, lebih dari apa yang bisa diberikan oleh bapa jasmani kita. Dia memberikan Roh Kudus sebagai pemberian yang terbaik bagi setiap kita yang meminta kepadaNya. Jadi hatinya Tuhan adalah memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
YER 29:11, kita membaca bahwa Tuhan menjanjikan bangsa Israel masa depan yang penuh pengharapan dan diayat 10, kita mengerti bahwa mereka harus bersabar sampai waktu Tuhan digenapi.
Didalam kehidupan Yusuf, Tuhan memakai waktu 13 tahun dari waktu Yusuf bermimpi sampai mimpi itu menjadi kenyataan; Yakub bekerja dgn Laban selama dua kali 7 tahun tidak mendapat gaji namun alkitab mencatat Yakub sangat kaya
Dari sini kita boleh mengerti bahwa ada satu faktor mengapa Tuhan belum mengabulkan doa dan rencana kita, yaitu Waktunya Tuhan ! Kalau waktunya Tuhan belum sampai, maka, Tuhan tidak akan mengijinkan sesuatu terjadi
• Tuhan memakai waktu itu untuk membentuk kita, sampai kita siap untuk menerima berkat tersebut. Dibeberapa pusat pertokoan atau jalan di Singapore sering kali kita temukan renovasi atau perombakan untuk mempercantik atau meng-upgrade dan ditutup dengan banner "Sorry for unconvenience caused“, dimana apabila sudah selesai maka kita akan melihat tampak jauh lebih bagus dan lebih indah.
• Tuhan memakai waktu itu untuk mengubah rencana kita dan menunjukan rencanaNya atas kita, sehingga pada saat kita boleh mengerti rencana Tuhan, kita akan menerima berkat yang terbaik dari Tuhan.
Selain itu, cobalah introspeksi diri lebih dalam lagi. Mungkin saja ada hal-hal yg masih belum selaras dengan Tuhan, misalnya :
(1) Kita melihat latar belakang masa lalu yang mungkin penuh dengan kegagalan sehingga berputar dibenak kita “Tidak mungkin aku berhasil kali ini“. Ubah pandangan tsb menjadi positip, jadikan batu loncatan untuk melangkah ke depan.
(2) Kita melihat kemampuan diri kita sendiri yang tidak ada apa-apanya. Lihat Rasul Paulus yang tetap melayani Tuhan didalam keterbatasannya & Tuhan menyanggupkannya. Tuhan lebih tertarik kepada kemauan kita daripada kemampuan kita. Tuhan mencari yg mau bukan yg mampu !
(3) Kita mendengar bisikan iblis, dan tidak melihat rencana Tuhan yang indah. Iblis sering kali menunggangi pikiran kita yg bersifat kedagingan.
Tuhan akan memberi apa yang kita minta tetapi ada syaratnya : jangan bimbang dan ragu, bahkan lebih jauh lagi dalam Mark 11:24 "Kita harus percaya bahwa kita telah menerima apa yang kita minta“
Tetapi satu hal yang pasti, seperti yang dikatakan Salomo, Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya (PKB 3:11a).
Apa yang bisa kita lakukan ?
Sama seperti ulat didalam kepompong, anak ayam dalam telor, bayi dalam kandungan dsb, hal yang terbaik adalah menantikan waktunya Tuhan!
Mungkin kita berkata, saya sudah nggak sanggup untuk menunggu lagi, saya sudah nggak kuat, mau tunggu sampai kapan ? apa nanti tidak terlambat ?
YES 40:31 “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa disaat kita sungguh sungguh menantikan waktu Tuhan, kita pasti akan memperoleh kekuatan dari Tuhan.
Kata “menanti” berasal dari bahasa Ibrani “QAVAH”, yang berarti,
(i) Mengikatkan diri dgn cara melilit, (ii) Menantikan dengan penuh pengharapan, seperti seekor anjing yang sedang menunggu dikaki tuannya sambil menatap dia. & (iii) Menanti dengan sabar.
Dan kata Qavah bukan merupakan kata pasif, tetapi merupakan kata aktif, artinya, kita bukan menunggu dengan tidak melakukan apa apa, tetapi sambil kita menunggu dengan sabar, dengan penuh pengharapan, kita harus melilitkan diri kita kepada Tuhan secara aktif sampai janji itu digenapi, sehingga semakin hari, kita semakin mendekat kepada Tuhan !
Raja Daud menegaskan kembali agar kita menguatkan dan meneguhkan hati kita sambil kita menantikan waktu Tuhan ( MZM 27:14 ) Raja Daud memberikan 4 hal yang bisa kita lakukan, sambil kita menantikan waktu Tuhan ( MZM 37 )
1. Komitment Penyerahan Diri dan Iman kepada Tuhan ( MZM 37:5-6 )
Sambil kita menunggu waktunya Tuhan, kita harus tetap menunjukkan komitment, kesungguhan hati, iman kita akan janji Tuhan, karena Dia berjanji bahwa kebenaran dan hak kita pasti akan muncul seperti siang hari.
Kita mengetahui cerita dalam Matius 9 tentang “Seorang perempuan yang telah 12 thn menderita pendarahan di Mat 9 : 20-22 yg mengharapkan sesuatu akan terjadi, bahkan ia memberikan batasan : “bila aku menjamah jumbai jubahNya akau akan sembuh” Inilah Iman yang aktif (expectant faith).
2. Bersuka cita, bersyukur di dalam Tuhan ( MZM 37:1-2, 4, 8, MZM 25:3 dan FIL 4:6-7 )
Cara kita menunjukan bahwa kita beriman dan berkomitmen adalah dengan mengucap syukur senantiasa, karena Tuhan tidak akan membuat malu atas orang yang menantikan Dia, sehingga damai sejahtera Allah berlimpah didalam kehidupan kita.
Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Apa yang membuat kita tak bersyukur ?
(i) Kita sering memfokuskan diri pada apa yg kita inginkan bukan apa yg kita miliki. Orang kaya bukanlah yg memiliki banyak hal, tetapi orang yg dapat menikmati apapun yg mereka miliki.
(ii) Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.
3. Jaga Integritas kita dihadapan Tuhan ( MZM 37:9, 17, 23, 24, 34, 39 dan MZM 25:21 )
Di dalam pasal 37 saja, ada banyak ayat ayat yang menguatkan kita untuk senantiasa menjaga integritas dan kebenaran kita dihadapan Tuhan, yang menunjukan pentingnya hal ini disaat kita menanti nantikan waktu Tuhan.
Daud, Raja Israel mendefinisikan integritas sebagai berikut: "Orang yang bersih tangan-nya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu," (Maz 24:4).
Jikalau seorang Kristen bekerja dengan penuh integritas, maka orang lain akan melihat kemuliaan Allah terpancar melalui hidupnya.
Dalam dunia kerja, Integritas selalu dikedepankan. Integrity = honesty, goodness, sincerity.
4. Berdiam diri dan berdoa dgn sungguh sungguh ( MZM 37:7a, JER 29:12 )
Disaat kita menanti nantikan Tuhan, kita harus tenang dan berdiam diri dihadapan Tuhan dan jangan mengambil keputusan dengan gegabah.
Mat 14:27 “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”. Kata tenang sejajar artinya dgn berdiam diri, jadi dalam menghadapi masalah, langkah pertama yang harus kita ambil adalah “Berdiam diri", yaitu merasakan kehadiran Tuhan dan mengalami berkat-berkat Tuhan.
Mari kita semua yang sedang menanti-nantikan jawaban Tuhan, untuk boleh merenungkan dan minta kekuatan dari Tuhan, dan tetap berjalan dengan setia bersama dengan Tuhan dan terus berdoa dengan sungguh sungguh sampai janji Tuhan digenapi dalam hidup kita, Amin !
Kita mungkin sudah berdoa, sudah membaca Firman Tuhan, memuji dan meninggikanNya melalui kidung pujian.
Mengapa Tuhan belum mengabulkan permintaan kita ?
Dalam Lukas 11:11-13, kita tahu bahwa Bapa kita pasti akan memberikan yang terbaik bagi kita, lebih dari apa yang bisa diberikan oleh bapa jasmani kita. Dia memberikan Roh Kudus sebagai pemberian yang terbaik bagi setiap kita yang meminta kepadaNya. Jadi hatinya Tuhan adalah memberikan yang terbaik bagi anak-anaknya.
YER 29:11, kita membaca bahwa Tuhan menjanjikan bangsa Israel masa depan yang penuh pengharapan dan diayat 10, kita mengerti bahwa mereka harus bersabar sampai waktu Tuhan digenapi.
Didalam kehidupan Yusuf, Tuhan memakai waktu 13 tahun dari waktu Yusuf bermimpi sampai mimpi itu menjadi kenyataan; Yakub bekerja dgn Laban selama dua kali 7 tahun tidak mendapat gaji namun alkitab mencatat Yakub sangat kaya
Dari sini kita boleh mengerti bahwa ada satu faktor mengapa Tuhan belum mengabulkan doa dan rencana kita, yaitu Waktunya Tuhan ! Kalau waktunya Tuhan belum sampai, maka, Tuhan tidak akan mengijinkan sesuatu terjadi
• Tuhan memakai waktu itu untuk membentuk kita, sampai kita siap untuk menerima berkat tersebut. Dibeberapa pusat pertokoan atau jalan di Singapore sering kali kita temukan renovasi atau perombakan untuk mempercantik atau meng-upgrade dan ditutup dengan banner "Sorry for unconvenience caused“, dimana apabila sudah selesai maka kita akan melihat tampak jauh lebih bagus dan lebih indah.
• Tuhan memakai waktu itu untuk mengubah rencana kita dan menunjukan rencanaNya atas kita, sehingga pada saat kita boleh mengerti rencana Tuhan, kita akan menerima berkat yang terbaik dari Tuhan.
Selain itu, cobalah introspeksi diri lebih dalam lagi. Mungkin saja ada hal-hal yg masih belum selaras dengan Tuhan, misalnya :
(1) Kita melihat latar belakang masa lalu yang mungkin penuh dengan kegagalan sehingga berputar dibenak kita “Tidak mungkin aku berhasil kali ini“. Ubah pandangan tsb menjadi positip, jadikan batu loncatan untuk melangkah ke depan.
(2) Kita melihat kemampuan diri kita sendiri yang tidak ada apa-apanya. Lihat Rasul Paulus yang tetap melayani Tuhan didalam keterbatasannya & Tuhan menyanggupkannya. Tuhan lebih tertarik kepada kemauan kita daripada kemampuan kita. Tuhan mencari yg mau bukan yg mampu !
(3) Kita mendengar bisikan iblis, dan tidak melihat rencana Tuhan yang indah. Iblis sering kali menunggangi pikiran kita yg bersifat kedagingan.
Tuhan akan memberi apa yang kita minta tetapi ada syaratnya : jangan bimbang dan ragu, bahkan lebih jauh lagi dalam Mark 11:24 "Kita harus percaya bahwa kita telah menerima apa yang kita minta“
Tetapi satu hal yang pasti, seperti yang dikatakan Salomo, Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya (PKB 3:11a).
Apa yang bisa kita lakukan ?
Sama seperti ulat didalam kepompong, anak ayam dalam telor, bayi dalam kandungan dsb, hal yang terbaik adalah menantikan waktunya Tuhan!
Mungkin kita berkata, saya sudah nggak sanggup untuk menunggu lagi, saya sudah nggak kuat, mau tunggu sampai kapan ? apa nanti tidak terlambat ?
YES 40:31 “Tetapi orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”
Firman Tuhan ini mengingatkan kita bahwa disaat kita sungguh sungguh menantikan waktu Tuhan, kita pasti akan memperoleh kekuatan dari Tuhan.
Kata “menanti” berasal dari bahasa Ibrani “QAVAH”, yang berarti,
(i) Mengikatkan diri dgn cara melilit, (ii) Menantikan dengan penuh pengharapan, seperti seekor anjing yang sedang menunggu dikaki tuannya sambil menatap dia. & (iii) Menanti dengan sabar.
Dan kata Qavah bukan merupakan kata pasif, tetapi merupakan kata aktif, artinya, kita bukan menunggu dengan tidak melakukan apa apa, tetapi sambil kita menunggu dengan sabar, dengan penuh pengharapan, kita harus melilitkan diri kita kepada Tuhan secara aktif sampai janji itu digenapi, sehingga semakin hari, kita semakin mendekat kepada Tuhan !
Raja Daud menegaskan kembali agar kita menguatkan dan meneguhkan hati kita sambil kita menantikan waktu Tuhan ( MZM 27:14 ) Raja Daud memberikan 4 hal yang bisa kita lakukan, sambil kita menantikan waktu Tuhan ( MZM 37 )
1. Komitment Penyerahan Diri dan Iman kepada Tuhan ( MZM 37:5-6 )
Sambil kita menunggu waktunya Tuhan, kita harus tetap menunjukkan komitment, kesungguhan hati, iman kita akan janji Tuhan, karena Dia berjanji bahwa kebenaran dan hak kita pasti akan muncul seperti siang hari.
Kita mengetahui cerita dalam Matius 9 tentang “Seorang perempuan yang telah 12 thn menderita pendarahan di Mat 9 : 20-22 yg mengharapkan sesuatu akan terjadi, bahkan ia memberikan batasan : “bila aku menjamah jumbai jubahNya akau akan sembuh” Inilah Iman yang aktif (expectant faith).
2. Bersuka cita, bersyukur di dalam Tuhan ( MZM 37:1-2, 4, 8, MZM 25:3 dan FIL 4:6-7 )
Cara kita menunjukan bahwa kita beriman dan berkomitmen adalah dengan mengucap syukur senantiasa, karena Tuhan tidak akan membuat malu atas orang yang menantikan Dia, sehingga damai sejahtera Allah berlimpah didalam kehidupan kita.
Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tentram dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.
Apa yang membuat kita tak bersyukur ?
(i) Kita sering memfokuskan diri pada apa yg kita inginkan bukan apa yg kita miliki. Orang kaya bukanlah yg memiliki banyak hal, tetapi orang yg dapat menikmati apapun yg mereka miliki.
(ii) Kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain.
3. Jaga Integritas kita dihadapan Tuhan ( MZM 37:9, 17, 23, 24, 34, 39 dan MZM 25:21 )
Di dalam pasal 37 saja, ada banyak ayat ayat yang menguatkan kita untuk senantiasa menjaga integritas dan kebenaran kita dihadapan Tuhan, yang menunjukan pentingnya hal ini disaat kita menanti nantikan waktu Tuhan.
Daud, Raja Israel mendefinisikan integritas sebagai berikut: "Orang yang bersih tangan-nya dan murni hatinya, yang tidak menyerahkan dirinya kepada penipuan, dan yang tidak bersumpah palsu," (Maz 24:4).
Jikalau seorang Kristen bekerja dengan penuh integritas, maka orang lain akan melihat kemuliaan Allah terpancar melalui hidupnya.
Dalam dunia kerja, Integritas selalu dikedepankan. Integrity = honesty, goodness, sincerity.
4. Berdiam diri dan berdoa dgn sungguh sungguh ( MZM 37:7a, JER 29:12 )
Disaat kita menanti nantikan Tuhan, kita harus tenang dan berdiam diri dihadapan Tuhan dan jangan mengambil keputusan dengan gegabah.
Mat 14:27 “Tenanglah! Aku ini, jangan takut!”. Kata tenang sejajar artinya dgn berdiam diri, jadi dalam menghadapi masalah, langkah pertama yang harus kita ambil adalah “Berdiam diri", yaitu merasakan kehadiran Tuhan dan mengalami berkat-berkat Tuhan.
Mari kita semua yang sedang menanti-nantikan jawaban Tuhan, untuk boleh merenungkan dan minta kekuatan dari Tuhan, dan tetap berjalan dengan setia bersama dengan Tuhan dan terus berdoa dengan sungguh sungguh sampai janji Tuhan digenapi dalam hidup kita, Amin !
-082.jpg)
No comments:
Post a Comment